BAB 21

1189 Kata

        Pagi menyambut dengan ceria. Sinar matahari yang hangat menyapa embun pagi yang jatuh di pucuk-pucuk rerumputan di halaman rumah keluarga Nofian. Anita, nyonya rumah baru disana, sedang duduk sendirian menikmati pagi ditemani secangkir kopi yang aromanya begitu harum.         Wajah Anita terlihat lesu. Dia begitu asing dengan rumah ini. Biasanya saat pagi seperti ini, dia sedang mengobrol ringan dengan mama dan papanya di halaman belakang rumah mereka. Meski pemandangan di halaman rumahnya tak seindah pemandangan disini. Meski kopi seduhan mamanya tak senikmat kopi buatan chef Jhony yang tersaji disini. Namun, suasana hangat dirumah orang tuanya tak akan pernah bisa tergantikan.         Apalagi, semua penghuni mansion ini bersikap acuh pada Anita. Termasuk para pelayan. Hanya Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN