Sheila berjalan mendekat ke arah Jacob, menautkan kedua tangannya leher pria itu. Kulit mereka bersentuhan tanpa ada jarak yang memisahkan, lalu wanita itu berkata, "Syaratnya sangat mudah dan menyenangkan." Jacob menyeritkan dahi, tidak paham apa yang di maksud Sheila. Senyum licik mengembang di sudut bibir wanita itu, lalu satu tangannya turun ke bawah, membelai batang junior Jacob yang masih berlindung di balik celana. "Kau harus siap kapanpun, saat aku merindukannya," bisik Sheila di telinga Jacob. Jacob mendorong tubuh wanita itu, dan menjauh darinya. "Kamu sudah gila, ya! Aku tidak mungkin melakukan hal itu! cukup waktu itu saja, aku melakukannya padamu karena pengaruh alkohol," tolak Jacob geram dengan persyaratan dari Sheila. Wanita itu seperti sengaja ingin membuat keadaan se

