Arash tidak ingat lagi bagaimana rupa ibunya. Ibunya tiada saat dia masih berusia anak-anak. Dari kecil dia dirawat oleh para baysia. Dax, ayahnya sendiri sangat jarang bersamanya. Saat ada waktu bersama, hanya perintah dan paksaan yang keluar dari mulut ayahnya. Entah kenapa malam ini dia begitu merindukan ibunya. Terasa ada yang kosong dari hatinya. Tidak ada suara lembut seorang ibu di rumah ini seperti rumah lainnya. Dia rindu kehangatan itu. Arash mengembuskan napas. Dia sedang menunggu kedatangan ayahnya. Sudah selarut ini, tapi ayahnya belum pulang juga. Arash mengerti bagaimana kesibukan ayahnya. Apalagi semenjak Trias sakit dan tidak bisa memimpin sukunya dengan maksimal. Dax-lah yang menggantikan Trias untuk sementara. Mengatur segala hal yang berhubungan dengan kelangsungan hi

