Nayma menoleh ke arah ibunya dengan cepat. Melamar? Apa ibunya tidak salah bicara. Astaga! "Apa Ibu?" tanya Nayma sekali lagi karena masih tidak yakin dengan perkataan Sia Ling. "Arash melamarmu. Dia telah berbicara pada ayahmu, dan sepertinya ayahmu menyetujui," sahut Sia Ling. "Ayo cepat, kau tidak mungkin bertampang lusuh seperti itu," kata Sia Ling panik. "Apa Ayah tidak ingin menanyakan bagaimana jawabanku," ucap Nayma. Ayahnya benar-benar tidak menghargainya. Untuk hal sepenting itu, dia tidak menanyakan bagaimana perasaan putrinya. Walaupun jika hal itu ditanya, Nayma tentu saja akan mengiyakan. "Kau seperti tidak kenal ayahmu saja. Kalau dia sudah setuju, artinya itu yang terbaik buatmu," sahut ibunya. "Bagaimana dengan Ibu?' tanya Nayma penasaran. "Jika ayahmu setuju, tent

