Suara desahan kembali menggema di sebuah kamar utama di rumah Cia. Dan Cia yang baru saja melangkahkan kakinya ke dalam dibuat marah seketika. Ia berjalan cepat menuju kamar pria tua itu lalu mendobraknya kuat membuat pintu tersebut terbuka lebar menampakkan papinya yang sedang bergumul dengan pelacurnya. Bahkan keduanya tak mengenakan apapun dan tentu saja pusat tubuh papinya sedang berada dalam lubang kenikmatan p*****r sialan tersebut. Keduanya yang terkejut langsung melepaskan tautan mereka dan menarik selimut. Pria itu menarik handuk yang ada di sampingnya, sedangkan lawan mainnya segera memakai pakaian dress selutut miliknya. "CIA! APA-APAAN KAMU!!!" Bentak pria itu pada putri semata wayangnya. "Anda yang apa-apaan!! Bisa kalian tahan nafsu gila kalian itu? Dan lo p*****r sialan

