Pergi

1881 Kata

Hujan ringan kembali membasahi bumi, melatari perjalanan Raymond dan Ian menuju kediaman seorang dokter psikiater terkenal yang direkomendasikan oleh Ian. Rumah besar bercat putih di sudut jalan itu memberikan nuansa tenang, berbanding terbalik dengan pergolakan di benak Raymond. Setelah menunggu beberapa saat, mereka disambut oleh seorang pria paruh baya bernama Dr. Leonard, yang terkenal dengan keahliannya dalam hipnosis terapeutik. “Silakan duduk,” ujar Dr. Leonard, mempersilakan mereka ke ruang kerja yang nyaman. “Saya sudah membaca laporan dari Ian. Bolehkah Anda menjelaskan sedikit tentang apa yang Anda rasakan saat ini?” Raymond mengangguk pelan, wajahnya terlihat letih. “Sejak kejadian itu… saya merasa ada bagian dari diri saya yang terputus. Kadang, ingatan kembali, tapi sela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN