Hari pertama Jasmine memutuskan pulang dari rumah sakit pada malam itu juga. Toh dia sudah sadar dan sudah dapat beraktifitas. Ketika dia turun ke ruang administrasi untuk mengurus pembayaran, pihak rumah sakit mengatakan biaya perawatannya telah lunas sehingga ia dapat langsung pulang setelahnya. Ia tahu, Rhein telah mengurus semuanya. Diantara perasaan bangga, masih ada seulas rasa pedih, penuh penyesalan ketika ia menolak Rhein dengan kasar. Namun jika itu berarti kebahagiaan July tetap utuh, dia rela. Rela melepaskannya. Bukankah seperti itu yang dia harapkan? Keesokan harinya Jasmine kembali bekerja, seolah tidak ada apapun yang terjadi. Tidak dengan penyakitnya, tidak juga dengan Rhein. Namun sayang, tidak ada sosoknya dimanapun, bahkan mobilnya tidak terlihat di tempat parkir

