Jasmine sudah berada di pinggiran trotoar dan bersiap menunggu angkot saat resepsionis yang tadi mengusirnya berlari tegopoh-gopoh sambil memanggil namanya. Sesekali wanita itu berhenti sebentar, membungkukkan tubuhnya untuk mengambil napas lalu berlari lagi kearahnya. Jasmine yang memang tidak mendengar namanya dipanggil hampir saja menaiki angkot yang memang berhenti untuknya, namun gerakan tangan sang resepsionis yang menahannya membuat ia memutuskan untuk tidak jadi menaiki angkot. Jasmine sempat meminta maaf kepada supir angkot tersebut sebelum menoleh ke arah resepsionis. "Mbak..." kata resepsionis itu disela-sela napasnya yang seperti putus putus. Jasmine memperhatikan bahwa wanita itu tetap terlihat cantik walau keringat bercucuran dan beberapa helaian rambut mencuat disana-sini

