Setelah kepergian Rhein, Jasmine masih duduk di ruang keluarga rumahnya, nyaris tertidur hingga kedatangan Nadine membangunkannya. "Kakak, kalau mau istirahat ke kamar yuk. Biar sama mama." Kata Nadine, membuat Jasmine segera menegakkan tubuhnya. "Obatnya sudah diminum?" Tanya Nadine yang sudah mendekati Jasmine, mencoba duduk disebelah putrinya. Jasmine mengangguk. "Jadwal terapi hari apa?" Tanya Nadine lagi. "Hari Kamis, ma." Nadine mengangguk, ia mendekati Jasmine, lalu membawa gadis itu untuk bersandar di bahunya. Jasmine menurut, bahkan menikmati elusan Nadine di lengannya yang kurus. "Kamu mau pergi sama mama atau sama Rhein?" Jasmine ingin menjawab ia bisa pergi sendiri, tapi seperti kata Rhein beberapa hari yang lalu, ia harus memberikan kesempatan pada ibunya untuk memp

