Saat pintu kontrakannya tertutup, segera saja tubuh kurus Jasmine tersungkur di lantai yang dingin. Dengan Napas yang tersenggal dan keringat masih mengucur, ia mencoba mencari obat pereda nyeri yang disimpannya tak jauh dari kasur tipis tempat tidurnya. Untunglah ia selalu menyiapkan air minum didekat kasur itu, sehingga Jasmine bisa langsung meminum obatnya tanpa perlu mencari air minum lagi. Setelah dua butir obat ia telan, dengan sisa tenaga yang ada, Jasmine beringsut menuju kasurnya dan berusaha memejamkan mata, melawan rasa sakit yang kini mendera kepalanya. "Ayaah.. sakit banget kepala kakak... kakak nggak kuat, yah. Kakak mesti gimana biar nggak sakit lagi?" Jasmine hampir lupa rasanya sakit itu karena sudah cukup lama ia tidak mengalaminya. Tentu saja penyebabnya adalah kebersa

