Sambungan telepon itu tidak berlangsung lama. Raihan masih bertugas piket pada saat ia menelepon, namun karena cemas memikirkan Jasmine ia menghubungi gadis itu. Untunglah, pikir Jasmine. Ia memang sejak tadi memikirkan cara agar bisa bicara dengan Raihan. Namun setelah keduanya selesai bercakap-cakap, bukan hal yang baik yang didapatkan oleh Jasmine. Walaupun bukan orang yang berwenang memberikan keputusan atas hasil penyakitnya, saran Raihan mengenai craniotomy harus segera dilakukan mengingat penyakitnya sudah mengganggu indra penglihatannya membuat gadis itu kembali galau. Selain dana, rasa khawatir harus lumpuh dan buta menyebabkan ia kembali dilanda kecemasan. Kondisi terakhirnya benar-benar tidak bagus. Ia harus melakukan operasi jika ingin tetap bertahan hidup. Matanya meneraw

