"Bang," Jasmine memanggil Wantok yang sedang menggigit potongan rendangnya, lalu memberikan sebuah amplop yang ia ambil dari tas. "Ini buat Iin. Jasmine nggak sempat beli kado, dan nggak tahu kapan bisa ke sini lagi. Tolong sampein ya, ni dari ncing Jasmine. Bilangin sama Iin jadi anak soleha, nurut orang tua, banggain orang tua." Katanya tulus. Membuat Wantok tergagap saat menerima amplop dari Jasmine dengan tangannya yang tidak memegang nasi. "Waduh, dek. Makasih banget. Elu doanya udah lengkap, makasih banyak yak." Katanya, membuat Jasmine mengangguk terharu. "Iya, bang. Kalau bisa sekolahin Iin tinggi-tinggi, supaya bisa banggain emak bapaknya." Wantok mengangguk. "Iya, dek. Pasti itu. Sekarang gua kalo malam nyambi ngojek dek, lumayan nambahin s**u Iin." "Bagus, bang. Tapi ati

