Kalva mengedarkan pandangannya ke segala arah. Dia tersenyum puas dengan resort yang pengerjaannya baru berjalan lima puluh delapan persen itu. Setidaknya hanya tinggal menunggu enam bulan lagi, maka resort yang dibangunnya akan selesai dengan sempurna, sesuai dengan keinginan Helena, Kakak angkatnya. “Bagaimana, Kal?” tanya seorang laki – laki kemeja biru motif garis – garis yang berdiri di sampingnya. “Bagus, Ian. Aku puas dengan hasil kerja mereka. Apakah vila pribadi yang kubicarakan waktu itu sudah mulai dikerjakan?” tanya Kalva pada laki – laki bernama Ian. “Baru mengerjakan pondasinya saja, Kal. Kado buat istri, heh?” goda Ian seraya terkekeh pelan. Kalva hanya tersenyum simpul mendengar godaan Ian. Dia jadi ingin bertemu dengan Kimi saat Ian mengucapkan kata ‘istri’. Yah... dia

