Novan memilih pergi dari kamar itu dan membuat kopi di dapur sambil membawa sepotong roti ke arah balkon. Tempat itu selalu menenangkan. Minum kopi sambil menikmati roti panggang buatannya sendiri dan menatap awan yang begitu cerah. Sinar matahari mulai menyorot ke tubuhnya hingga terasa hangat. Novan lebih baik oergi meninggalkan Greta sesaat. Ia tidak mau terpancing emosinya dan malah marah kepada Greta. Greta adalah wanita yang ia sayangi. Ia tidak mau menyesal dengan kata- kata pedasnya yang spontan ia katakan. Greta masih berdiam di kamar. Ia menatap meja kecil yang kini menutup kedua pahanya. Makanan pagi untuk sarapan yang begitu enak membuat Greta tak berselera. Berulang kali, Greta menarik napas dan mengembusakn napas itu perlahan. Ia harus menenangkan emosinya yang ia buat sen

