"Fa, ini Kak Wisnu." Aku berbicara sepelan mungkin sambil menatapnya dari samping ranjang pasien saat kulihat dia mulai membuka mata. Tidak berani menyentuhnya sama sekali karena dokter menyarankan untuk tidak memberinya sentuhan terlebih dahulu. "Syifa, ini Kak Wisnu." Kuulang perkataanku untuk meyakinkannya. Wanita itu menatapku beberapa saat, kemudian langsung bangun dari posisinya dan memelukku dengan erat. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya sama sekali hanya terdengar isakkan yang begitu menyayat hati. Aku hanya diam dan membalas pelukannya. "Jangan bertanya apapun padanya kecuali dia mau bercerita." Itu yang juga dikatakan dokter tadi. Aku melakukannya, meksipun begitu penasaran dengan apa yang terjadi, dan siapa yang melakukannya, aku menahan diri dan diam saja. H

