Angel, yang tadinya begitu serius, kini terdiam. Wajahnya yang semula panik kini berubah menjadi dingin. “Nggak lucu, tahu nggak sih, Mas!” Angel mendengus kesal sambil merapikan posisi duduknya. Ia langsung mengalihkan pandangannya ke depan, fokus menatap jalan tanpa sedikit pun melirik ke arah Alex. Sikapnya yang dingin membuat suasana di dalam mobil seketika menjadi tegang dan sunyi. Alex yang merasa bersalah karena sudah membuat Angel kesal hanya bisa terdiam sambil menghela napas panjang, mencoba meredakan suasana. Tatapannya lalu beralih ke kursi belakang, tempat Laura, putri kecilnya, yang terlelap pulas sejak mereka naik ke dalam mobil. “Hmmm,” gumam Alex pelan sambil tersenyum tipis. Ia memandangi wajah mungil Laura yang terlihat begitu damai dan kelelahan. Ada rasa hangat y

