SEASON 2 // Bab 94

2200 Kata

Setelah hampir satu jam Laura berada di dalam ruang operasi, Gavin masih duduk di kursi panjang tepat di depan pintu. Wajahnya pucat, mata merah, dan jemarinya terus menggenggam erat cincin di jari manisnya. Setiap detik yang berlalu terasa seperti siksaan panjang yang tak berujung. “Ya Tuhan… apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan rumah tanggaku sekarang ini?” bisiknya lirih, suaranya nyaris tenggelam oleh bunyi langkah para perawat yang lalu-lalang. “Istriku di dalam sana sedang berjuang antara hidup dan mati, mencoba menyelamatkan dirinya… dan anakku. Tapi aku di sini—duduk diam, tak bisa melakukan apa pun.” Suaranya bergetar, matanya kembali memanas. “Suami macam apa aku ini, Ya Tuhan? Suami yang tak berdaya bahkan untuk melindungi keluarganya sendiri…” Ia menunduk, menutu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN