“Kalau soal membawa perempuan ke rumah ini sih… setahu Bibi, belum pernah ya, Non. Cuma Non Laura saja satu-satunya wanita yang Den Gavin bawa resmi ke rumah ini,” jawab Bi Ina pelan. “Tapi…” ia menunduk sebentar, ragu untuk melanjutkan, lalu menatap Laura lagi. “Dulu memang ada satu wanita yang sering datang ke sini, biasanya kalau Nyonya sedang tidak ada di rumah.” Laura langsung memicingkan mata. “Wanita? Siapa?” tanyanya cepat, rasa penasarannya semakin besar. “Namanya Non Rachel. Dia mantan calon tunangan Den Gavin. Wanita yang sempat dijodohkan dengan Den Gavin… sebelum akhirnya Den Gavin menikah dengan Non.” Jelas Bi Ina hati-hati. Laura menelan ludah. “Bibi tau nggak… apa saja yang sering mereka lakukan di rumah ini? Waktu Nyonya nggak ada?” tanyanya, nada suaranya penuh

