Setengah jam kemudian… Masih di ruang utama Kenzo. Alesha tampak duduk di meja kerjanya, tubuhnya bersandar malas ke kursi. Sejak tadi jarinya sibuk menari di layar ponsel, namun raut wajahnya jelas menunjukkan kebosanan yang mulai memuncak. “Duh… Mas Kenzo itu sebenarnya ke mana, sih?” gumamnya kesal. “Ke ruangan Mbak Ayu doang, tapi lama banget…” Ia mendengus pelan. Benar-benar mengikuti perintah suaminya—terserah kamu mau ngapain—ternyata jauh lebih menyiksa daripada diberi segudang pekerjaan. “Terus sampai kapan aku duduk diem kayak gini?” lanjutnya. “Nggak ada kerjaan, bengong doang…” Alesha menurunkan ponselnya, menatap kosong ke depan. “Lagipula Mas Kenzo itu aneh banget,” gumamnya lagi, menirukan nada dingin suaminya. ‘Terserah kamu. Mau duduk, tiduran, selonjoran, main

