Berbagai ucapan bela sungkawa terus gadis itu terima dihari pertamanya ia kembali ke sekolah. Azkia, gadis itu hanya membalasnya dengan senyum yang tipis. Jujur saja, ia merasa tak nyaman mendapatkan ucapan itu apalagi ketika melihat sorot wajah kasihan mereka. “Ekhem! Azkia, ikut saya sebentar bisa?” tiba-tiba Pak Reno datang menjegalnya didepan pintu ketika dirinya dan ketiga sahabatnya akan pergi ke kantin. “Oh iya Pak bisa.” Jawab Azkia. Pak Reno pun segera melangkahkan kakinya diikuti oleh Azkia dibelangkangnya. “Silahkan duduk.” Azkia menganggukkan kepalanya kemudian duduk di kursi yang berada dihadapan Pak Reno. “Ada apa Bapak panggil saya?” tanya Azkia heran. Pak Reno tersenyum. Senyum yang jarang sekali ia tunjukkan didepan muridnya. Karena Pak

