Gadis ini menatap pagar berwarna hitam yang menjulang tinggi didepannya. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih empat jam, akhirnya mereka berdua sampai ditempat ini. Dari luar sini Azkia sudah bisa menebak bagaimana kaya rayanya si pemilik rumah ini. Azkia, gadis itu menatap pria paruh baya yang duduk disampingnya atau lebih tepatnya duduk dikursi pengemudi. “Jadi, ini rumah Nenek?” tanya Azkia. “Iya, ini rumah yang belasan tahu lalu ditempati oleh Mama kamu. Sekali lagi, Papa tanya. Kamu mau tetap ketemu Nenek atau kita pulang? Papa nggak bisa memprediksi apa nenek kamu akan bersikap baik atau… bahkan sangat buruk. Mengingat waktu dulu, Nenek kamu tidak menyukai kehadiran kamu.” Azkia menarik nafasnya. Kemudian menghembuskan kembali. “Kia siap. Bagaimana

