Shena Wijaya POV Terus terang aku gugup. Aku dan Keith sudah memasuki lobi hotel di mana saudaranya menginap. Pria ini menggandeng tangan kananku. Kami berdua duduk di sofa yang agak sepi dari tamu. Ku lirik arloji di tangan kiri, sudah menunjukkan pukul 13:20. "Kamu kenapa, Sayang? Wajahmu pucat," tanya Keith dengan nada khawatir. "Tidak apa-apa, Sayang. Aku hanya gugup," jawabku yang makin mengeratkan genggaman tangannya. "Gugup kenapa?" Keith menaikkan satu alisnya. Wajahnya seperti terheran mendengar ucapanku barusan. "Gugup karena menemui orang baru meskipun mereka adalah keluarga keduamu," jawabku malu-malu. Mengapa sekarang aku malu-malu bila berhadapan dengannya? Ini tidak benar. Aku bisa merasakan debaran jantungku yang lebih cepat dari biasanya! Keith tersenyum dan mengusa

