Shena Wijaya POV "Kalau nanti ada yang menelpon, angkat saja, istriku. Aku hendak ke toilet dulu." Keith berpesan sesaat sebelum ia meninggalkanku. Aku mengangguk tanda mengerti akan kata-katanya. Dia lalu segera ke Rest room yang dibuat khusus untuk dirinya saja dan ponsel itu sudah ada di tangan. Aku sekarang berada di kantor Keith, karena pemberitaan waktu yang lalu, semua orang di James Corporation sudah mengetahui bahwa diri ini adalah kekasih bosnya. Di satu sisi aku senang, di sisi lain terasa ada yang kurang. Semua karyawan di sini bersikap menghormati. Mereka juga tidak berani menatap terlalu lama, karena apabila ada yang melakukannya, bos mereka yang berwajah datar itu, tak lama kemudian pasti akan balas menatap dengan dingin kepada siapapun karyawannya. Percayalah, wajahnya

