60. Worried

2050 Kata

Ardi melirik jam tangan di pergelangan tangan kirinya, sudah hampir jam empat sore. Artinya sudah hampir tiba pula waktunya pulang kerja. Kenapa belum selesai juga rapatnya? Apa saja sih yang mereka bahas dari tadi kok bertele-tele begini? Karena sudah tidak sabar dan tidak mau menunggu lebih lama lagi, Ardi mengangkat sebelah tangannya menginterupsi. "Permisi ..." Perkataan tegas dari nada bariton suara Ardi mampu menghentikan sejenak segala kegiatan di dalam ruangan rapat. Cindy yang tengah asik menjelaskan tentang angka-angka di layar proyektor menjeda penjelasan. Beberapa yang orang yang diam-diam berbisik langsung senyap. Para peserta rapat yang sudah mulai lelah dan duduk gelisah juga auto memperbaiki posisi duduk menjadi sikap sempurna. "Maaf Pak Ardi, ada yang bisa saya ban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN