Merasa tidak enak dengan perkataanku salah seorang dari temannya Rima meminta kepada dua orang teman yang lain untuk mengajak Rima pergi, sementara dia masih ingin bicara padaku. "Aku minta maaf sekali atas apa yang terjadi Mbak Mutia. Kami pikir bahwa kau lah yang menggoda suaminya." Aku hanya tergelak mendengar perkataan wanita itu, sambil menggelengkan kepala dan memijat kepalaku, aku kemudian berkata kepadanya. "Untuk apa aku mengejar lelaki yang sudah kuceraikan. Apa untungnya bagiku masih berusaha untuk bersama dengan lelaki bangkrut? Tidak ada yang tersisa dari dirinya selain pekerjaan yang mati-matian ia pertahankan sekarang. Aku bersyukur dia mencampakkanku, karena dengan demikian Tuhan memberiku jodoh dan kehidupan yang lebih baik seperti yang kau lihat sekarang," jawabku deng

