Aku masih terdiam memikirkan percakapan kami beberapa saat yang lalu di rumah Mas Faisal. Sementara suamiku di sisiku mengemudi dengan tenang sambil mengikuti beberapa senandung lagu yang diputar di radio. "Aku minta maaf ya Mas, aku sempat berpikiran negatif tentang dirimu._" Suamiku hanya menarik nafasnya lalu tersenyum dan menggeleng pelan, "Siapapun bisa berprasangka jika tidak diberi keterangan dengan lengkap. Kalau hanya mendengar berita sepotong-sepotong saja kadang seseorang akan menjadi salah paham. Karena aku menyadarinya, maka aku meluruskannya." "Kenapa kau tidak merasa tersinggung sama sekali atau kecewa padaku yang sudah berprasangka?" "Kenapa aku harus bersikap sensitif kepada istriku? Wanita adalah tulang rusuk, kalau dia dipaksa lurus, atau dengan kata lain dia dipak

