34

1087 Kata

Ya, tepat di penghujung Ramadan, minggu kemarin, palu diketuk tanda bahwa kami sudah sah berpisah, surat cerai telah terbit dan tinggal diambil saja. Di penghujung Ramadan ini aku mendapatkan hadiah kehilangan suami, keluarga hancur dan Hadiah hari raya tanpa orang terkasih. Yang biasanya berlima, jadi hanya berempat saja. Seperti biasa, selalu ada sesi foto keluarga, di mana aku dan Mas Faisal akan duduk di kursi dan ketiga anak kami akan berdiri di belakang dengan senyum bahagia dan baju baru mereka. Tapi kali ini semuanya terasa berbeda dan menyedihkan, aku sendirian duduk di kursi sementara ketiga anakku berdiri dan mengapit diri ini. Ada kepedihan yang sulit kubahasakan di dalam hatiku tapi aku berusaha menahannya dengan senyum. Ada sensasi pilu yang mendesak di lubuk hatiku, tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN