*TCMS - SAKSI CINTA [2]* “Masyaa Allah.” Gumam Savierra. “Sejak waktu itu, Azzam jadi lebih pendiam, Sav. Jarang keluar kamar. Nggak tau deh ngapain aja pas dia di kamar.” Ucap Umi Zahrah. “Masa iya, Umi?” “Iya.” “Tapi kalau di kampus, Kak Azzam kelihatan baik-baik aja sekalipun udah denger kabar kalau Savierra udah dikhitbah.” “Ya memang dia nggak mau memperlihatkan sama kamu atau teman-teman yang lain mungkin. Tapi kalau kamu nggak lupa, mungkin ada kata-kata Azzam yang dia bilang ke kamu setelah dia tau kabar khitbahan kamu itu. Ya umi nggak tau juga. Kan mungkin aja ada.” Savierra nampak berpikir sejenak. Lantas ia mengingat sesuatu. “Oh iya, ada, Umi.” “Ada?” “Ada kayanya, sih. Kak Azzam sempat ajak aku bicara, terus kasih ucapan selamat. Tapi wajah dia kayak sedih gi

