Kau terlihat sangat bahagia bersamanya bukan? Itu akting terbaikmu dalam memerankan peran dengan berpura pura bahagia. --------------------- Aleta memasuki gerbang yang bertuliskan SMA Pelita Harapan, pandangan matanya tak sengaja bertemu dengan Devan yang baru saja memakirkan motornya. Aleta melihat ke arah sudut bibir Devan yang membiru, tanpa Aleta sangka Devan memutuskan kontak matanya dan berlalu menuju kelasnya membiarkan Aleta yang masih menatap kepergiannya. Aleta menatap punggung tegap itu yang semakin berjalan menjauh, dan memang tidak akan berbalik untuk menghampiri dirinya. Devan tidak akan datang untuk menyapanya pagi ini. Sepertinya cowok itu memang kecewa atau bahkan marah kepada Aleta sekarang. Jikapun iya, kenapa Devan yang marah? Bukankah memang cowok itu yang melakuk

