Fiora Widyanata duduk sendirian di teras rumahnya setelah seharian menghabiskan waktu membersihkan di rumah. Suaminya sedang bekerja, sedangkan putranya baru saja pulang sekolah dan sedang mandi. Ia menikmati suasana tenang dengan semilir angin hangat yang sesekali bertiup. Musim kemarau datang pada kota mereka yang berada dekat dengan laut. Jika ia keluar pada waktu seperti ini sudah pasti akan menghanguskan kulitnya. Ia pernah bekerja dengan orang-orang yang menghormatinya. Ia pernah bekerja di tempat orang-orang yang menunggu keputusannya sebelum menentukan pilihan. Orang-orang yang datang meminta pendapatnya. Fiora Widyanata pernah dipuja dan diperebutkan ketika ia kuliah dulu. Berganti pacar beberapa kali sebelum berakhir dengan Ghaniy. Dibanyak kesempatan ia memutar kembali kenang

