Fiora Widyanata menunggu Ghaniy keluar dari kamar mandi sambil menyiapkan makan malam mereka. Putra mereka sendiri tengah mengerjakan pekerjaan rumahnya di ruang tamu seperti biasa. Fiora tersenyum geli mendapati putranya itu tengah menggaruk-garuk puncak kepalanya dengan ujung pensil. Setelah ia selesai menata piring di meja, Ghaniy juga muncul dengan rambut basah dan pakaian bersih. Kacamatanya melorot di ujung hidungnya ketika ia sibuk merapikan rambutnya dengan jemari Ghaniy punya kebiasaan tidak bersisir ketika ia sedang di rumah. Sehingga terkadang tangan Fiora gatal untuk merapikan rambut itu dengan tangannya sendiri. Fiora juga merasa pria itu butuh bercukur karena poninya sekarang sudah menyentuh alisnya. Fiora selalu tercabik antara ingin rambut Ghaniy tetap seperti itu agar ia

