Vano Setelah sekian lama, akhirnya masalahpun terselesaikan dengan perjanjian di atas matrai dengan isi jika melakukannya lagi akan bersedia untuk di scorshing selama seminggu lamanya. Saat keluar dari ruang BK, bunda kembali mengomeli gue lagi. "Udah bun, aku udah capek di omelin dari tadi." Ujar gue malas. Tiba-tiba Key mencubit pinggang gue dengan kuat. Seketika gue merintih kesakitan sambil memegangi area yang jadi korban. "Aduh sakit Key, kok di cubit sih?." Tanya gue menatapnya bingung. "Makanya, kalau bunda kamu ngomong itu di dengerin." Omel Key. Gue membuang nafas gusar, Bukan hanya bunda dan buk Wati saja yang mengomeli gue, tapi Key juga ikut-ikutan. "Iya Key iya." Jawab gue lembut. "Aduh..... Kamu menantu idaman bunda banget

