Dava Keesokan paginya, gue dan Divi berangkat bersama. Gue memutuskan untuk memanggil namanya dengan panggilan Divi, karena sejak awal namanya adalah Divi, bukan Keysa. Gue ingin memanggilnya denga nama yang telah mommy dan daddy berikan, bukan yang orang lain berikan. Sesampainya di sekolah, gue langsung turun dari mobil. Tapi Divi masih tetap berdiam diri di dalam mobil. Gue kembali membuka pintu mobil dan melihatnya sedang melihat ke arah gue. "Kenapa?." Tanya gue heran. "Ga kenapa napa kok." Jawabnya dan langsung keluar dari mobil. Gue menghampirinya dan mengacak rambutnya dengan gemas. "Ih lo ngapainsih?." Ujarnya kesal memukul tangan gue pelan. "Gemas aja." Jawabnya. "Idih." Ujarnya menatap gue sinis sambil merapikan ramb

