Tia

992 Kata

Keysa        Kerena luka di lutut gue, gue hanya bisa duduk melihat orang orang bermain basket. Vano yang awalnya ingin nemenin gue di sini, akhirnya gue memaksanya untuk ikutan berlatih basket. Dan tak lama kemudian, ekskul pun selesai. Gue dan Vano bukan langsung pulang, gue dan dia masih berada di sekolah duduk di tepi lapangan. Sekarang hanya ada gue dan Vano yang masih berada di sekolah. Awan pun sudah mulai memerah keoren orenan.        "Key." Panggil vano.        "Ya?." Jawab gue. Dia menatap serius ke arah gue.        "Gue ngak bisa nunggu lagi. Rasanya gua takut jika nanti lo keduluan sama orang lain. Dan gue memang ngak terlalu bisa bersikap romantis seperti orang pada umumnya. Sekarang gue tanya sama lo, lo mau ngak jadi pacar gue?." Tanyanya. Jantung gue seakan-akan ingin k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN