Vano "Lo ngak usah repot-repot untuk jelasin kejadian itu lagi, gue udah ngak peduli." Ujarnya sambil mengalihkan pandangannya dari gue. Gue tahu dia pasti bohong. "Bohong, aku tahu kamu pasti pengen tahu apa yang sebenarnya terjadikan?." Ujar gue. "Lo bisa aja bohong dan merubah alur ceritanya, siapa yang tahu kan?." Balasnya. "Aku ngak akan bohong." Tegas gue. Die terdiam dan menatap gue dengan tatapan tajam. "Gimana?." Tanya gue. "Serah lo." Ujarnya, gue tersenyum saat dia memberi gue kesempatan untuk menjelaskan semuanya. "Tapi sebelum itu, apa lo bisa minggir dulu, gue ngak nyaman dengan posisi seperti ini." Ujarnya mendorong d**a gue untuk menjauh darinya. "Ngak, nanti kamu malah kabur seperti dulu lagi." Jawab gue.

