Untuk sesaat waktu seperti berhenti bergerak. Menyisakan dua insan anak manusia yang sedang saling tatap tanpa ada niat untuk berhenti saling memandang. Ucapan terakhir Arvin berhasil membuat Marcella menegang di tempatnya. Degup jantungnya berdetak cepat. Senang sekaligus kecewa menjadi satu di dalam hatinya. Andai saja, andai saja Arvin mengatakannya tanpa ada status suami di dalamnya, Marcella akan melompat untuk memeluk tubuh tegap itu. Sayangnya, semua itu hanya terjadi di dalam pikirannya. Bukan dunia nyata. Yang bisa Marcella lakukan hanyalah tertawa hambar sambil mengibaskan sebelah tangannya. "Becandamu nggak lucu, Vin." "Becanda? Kalau aku lagi becanda, mana mungkin aku cium kamu malam itu?" bantah Arvin yang berhasil membuat Marcella mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Hilang s
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


