Bab. 20

1455 Kata

"Kamu kenapa bisa seperti ini Ndhuk?" "Maafkan Bapak dan Ibu ya, Nak. Andai saja kemarin kamu bilang kalau mau ke rumah, pasti Bapak akan jemput Kamu, Nak." Pak Rahmad dan Bu Rumi terlihat sangat terpukul melihat keadaan Marissa. Apalagi bu Rumi sampai menangis saat mendapati putri semata wayangnya terbaring lemah di brangkar dengan perban membalut kepalanya, dan pak Ahmad juga sesekali terlihat menyeka pinggiran matanya yang mengembun. Usai menuntaskan pembicaraan bersama Kinanti, Satya segera bergegas menyusul kedua mertuanya. Pertama kali datang dan menceritakan jika Rissa mengalami kecelakaan, ibu Rumi sampai histeris. Sulit untuk percaya. "Ibu, Bapak, Rissa nggak apa-apa kok. Baik-baik saja, untung ada Mas itu yang nolongin dan cepat bawa Rissa ke rumah sakit." Rissa memandang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN