"Mas, bangun Sayang. Subuh." Suara Rissa menggema tepat di sisi telinga Satya. Suaminya itu masih bergelung dalam bed kover tebal dengan raga menggeliat mendengar kalimat sang istri. Deheman kecilnya jawabi Rissa. Marissa berkacak pinggang. Rupanya usahanya membangunkan Satya berakhir nihil. Lelaki itu malah memeluk guling dengan takzim. Rissa duduk di tebing bed king size. Salah tangannya melayang, mendarat di hidung bangir Satya. Memencetnya keras sampai di empunya hidung terkesiap. "Sakit, Sayang," rintih Satya. Marissa urai tawa. "Maaf, habis Mas Satya dibangunin dari tadi malah ga bangun-bangun. Subuhnya udah mau lewat lho," peringat Rissa lagi. Satya tersenyum sekilas. Raut jailnya mencuat melihat kecerewetan sang istri pagi ini. Menyingkap bed kover, sejurus tangan Satya me
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


