Hadiah terbaik

1393 Kata

Janu pulang dari rumah sakit dengan senyum lebar yang merekah diwajahnya, dengan membawa buah-buahan pesanan sang istri ia langsung masuk dan hendak memanggil istri dan anaknya. Namun, justru hanya kegelapan yang dilihatnya. Rumahnya tampak sepi seakan tak ada orang, bahkan tak ada satu lampu pun yang menyala. Janu mulai panik, ia meletakkan buah yang ia bawa asal berikut dengan tas kerja dan jas dokternya. "Sayang…." Panggil Janu dengan suara yang memenuhi rumah. "Sayang, kamu dimana?" tanya Janu seraya meraba ke arah saklar lampu rumahnya. Belum sempat Janu menekan tombol saklar nya, ia dikejutkan dengan teriakan wanita yang begitu dikenali suaranya. "Mas!!!! Mas tolong!!!!" teriak Erika dari arah kamar dilantai dua. Wajah Janu mendadak pucat, tanpa banyak menunggu ia segera naik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN