Erika tampak tersenyum melihat anaknya keluar dari kelas, sejak ia menunggu anaknya itu sekolah, ia tidak melihat Zean merengek apalagi menangis. Justru Zean tampak begitu memperhatikan gurunya di depan, hanya saja ia belum bisa beradaptasi dengan teman-teman nya, dan Erika memaklumi itu. Masih banyak hari kedepannya untuk Zean belajar. "Sebentar ya, Sayang. Mama telepon Papa dulu," ucap Erika seraya meraih ponselnya. "Iya, Mama." Balas Zean mengangguk sambil tetap memegang tangan Erika. Erika menghubungi suaminya namun tidak diangkat, ia tak mengulangi panggilannya lagi karena ingat pasti suaminya saat ini sedang tidur setelah lelah semalaman bekerja. "Sayang, kita pulangnya naik taksi aja ya. Papa sepertinya sedang istirahat, kamu tahu kan semalam Papa bekerja hingga pagi?" ucap Erik

