Janu tampak tergesa-gesa memasuki rumah sakit setelah mendapat kabar soal istrinya. Berlari bagai orang gila dengan mata berkaca-kaca saking khawatirnya dengan keadaan sang istri saat ini. Bahkan sapaan dari para suster dan dokter yang berpapasan pun tak dihiraukan. Janu berlari ke ruangan yang telah diberitahu Andi, ia membuka pintu ruangan dan melihat istrinya tengah berbaring di atas brankar dengan selang infus yang menempel di tangan wanita cantik itu. "Sayang …" Panggil Janu kemudian langsung mendekati istrinya. "Sayang, bagaimana bisa sampai begini?" tanya Janu seraya memeluk Erika. Erika tersenyum, ia mengusap punggung suaminya dengan pelan. Erika dapat merasakan nafas suaminya yang memburu, dan tentu ia tahu alasannya karena dirinya. Suaminya itu pasti khawatir dan datang terbu

