Tukang nasi goreng—ketika dicari tidak ada, tetapi ketika tidak dicari malah lewat beberapa. Garuda dan Raisa berdiri dipinggir jalan, masih memantau adakah tukang nasi goreng yang lewat. Setiap kali ada suara tek-tek-tek mereka langsung menoleh. Lagi-lagi bukan nasi goreng, tetapi mi ayam keliling atau wedhang ronde yang biasanya sering mangkal di depan pertigaan jalan. Sebenarnya Garuda sudah sangat mengantuk, apalagi melewati banyaknya latihan selama beberapa Minggu belakangan ini. Tetapi mau bagaimana lagi? Dia harus berjuang demi Raisa dan calon anak mereka, 'kan? Masa iya, hanya untuk sekedar menuruti ngidam Raisa saja, Garuda tidak mau. Padahal 'kan gara-gara Garuda juga Raisa hamil. Jika mereka bekerjasama membuat anak, seharusnya bisa juga bekerjasama ketika menunggu anak itu had

