"Jae-Hyun mana sih? Aku sudah menunggunya hampir 1 jam tapi dia tidak sarang-sarang," Sejak tadi Naya tidak bisa berhenti marah-marah. Tadi siang Jae-Hyun mengiriminya pesan untuk mengajaknya bertemu di kedai bibi su-ah jam 8 malam, Tapi ini sudah jam 9 malam pria itu tidak juga datang. Bibi Su-ah yang sudah sangat bosan mendengar marahan keponakannya itu hanya bisa bersabar "Bersabarlah, Mungkin dia sedang ada kepentingan lainnya," Ucapnya sambil meletakkan semangkuk Ramyeon diatas meja Naya. Baru ingin menyantap Ramyeon yang baru saja bibi Su-ah berikan, Tiba-tiba ada sepasang tangan kekar yang menutup kedua matanya dari belakang. "Tebak Aku siapa?" "Jae-Hyun ? Itu kamu kan? Nggak lucu tahu tidak?" Jae-Hyun menghela nafasnya sambil melepas tangannya dari mata Naya "Yah ketahuan deh,

