Bara sudah menyiapkan makanan dan memasak makanan kesukaan Niana, sebelum dia berangkat kerja. Dia menatanya di atas meja makan. Kemudian kembali lagi ke kamarnya, untuk melihat apakah Niana sudah bangun atau belum dari tidurnya. Niana membuka mata begitu merasakan Bara mengecup keningnya, dia juga bangun secara tiba-tiba karena melihat Bara sudah siap untuk berangkat. Namun karena pergerakan tiba-tiba itu, perutnya terasa kram, hingga dia terpaksa memeganginya untuk beberapa saat. "Ehh jangan bangun dengan tiba-tiba sayang, pelan-pelan aja!" pesan Bara. "Jam berapa kok kamu udah mau berangkat lagi, katanya kamu masih pingin istirahat, itu luka kamu aja aku belum sempat ngerawatnya?". kata Niana setelah kram perutnya mereda. "Banyak banget nanyanya, masih subuh k

