Usapan lembut di pipinya membuat wanita cantik yang sedang tertidur pulas itu terganggu. Kecupan di lehernya semakin membuat tidurnya merasa terganggu hingga berakhir dengan membuka mata meski matanya terasa diberi lem tak kasat mata. Kecupan ringan di bibirnya semakin membuat matanya terbuka lebar. Wajah tampan suaminya lah yang menyambut penglihatannya. Pria itu menatapnya dengan tatapan intens seraya tersenyum manis. "Kamu terbangun karena ulahku hm?" Helaan nafas kesal Raisya membuat pria tampan itu menyengir seraya mengecup bibir wanita itu dengan gemas lagi. "Jangan cium-cium aku terus deh. Aku masih mengantuk." Protesan Raisya tak membuat Alvi berhenti. Malah pria itu semakin menjadi. Menurunkan selimut yang menutupi tubuh polos mereka dan menindih Raisya. Jarak di antara mereka

