"Lo itu bodoh ya? Masa gara-gara itu lo berniat bunuh diri." Sedari tadi Raisya mengomeli Putri yang tertunduk dalam. Berbagai omelan keluar dari mulutnya. "Aku tidak sanggup mereka membullyku seperti itu." "Kalau lo gak sanggup, aduin dong ke pihak sekolah. Lo tau kan sekolah kita ini akan bertindak tegas ke siswa yang melanggar aturan?!" Raisya berdecak kesal. "Coba deh pikirkan keluarga lo di rumah. Pasti mereka akan terpukul kehilangan lo nantinya. Di dunia ini masih banyak orang-orang yang menyayangi lo. Jangan pedulikan orang yang membully lo. Mereka itu hanya iri melihat lo. Secara lo itu kan murid pintar yang sering dipuji-puji guru." Putri pun terdiam dan membenarkan apa yang dikatakan Raisya dalam hati. Orangtuanya pasti akan sedih jika dia tiada. Apalagi dia anak satu-satuny

