"Lukee!! Jangan lari-lari, sayang. Nanti kamu jatuh." panik Raisya melihat putranya berlari-larian di lorong kerajaan. Putranya yang berusia 2 tahun itu memang sangat hiperaktif, sampai-sampai ia sendiri sering kelimpungan menghadapi putra tampannya itu. Wanita cantik tersebut meringis melihat putra kecilnya menabrak kaki Dila kuat dan terduduk di lantai. Secepat mungkin ia melesat ke sana dan membantu putranya berdiri. Menghela nafas lega saat anaknya tidak menangis sama sekali. "Aunty kalau jalan lihat-lihat dong! Masa Luke yang segede ini gak keliatan sih? Mata aunty bermasalah ya??" omel Luke sehingga Dila dan Raisya melongo. Sejak kapan pula anak kecil bisa berbicara seperti ini?? Sadar dari keterkejutannya, Dila menyejajarkan tingginya dengan Luke yang hanya setinggi lututnya. "B
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


