janjian malmig

1002 Kata
sembari melangka pergi . sesampai disamping ibunya desti begitu kaget saat melihat pemuda yang tadi berdiri didepan pintu. tanpa bicara satu katapun bu minah , ibu dari desti dengan mukak dinginya dia langsung pergi meninggalkan mereka ber dua. "abang darimana tahu rumaku " pekik desti dengan mukak yg ketus . "dari erwin tetangga mu..itu" ucap galif lembut dengan penuh harapan. selagi mereka berdua asik berbicara buk minah dan risma kakak dari desti menghampiri mereka. "dess..kamu ikut gak pada kamu?" tanyak risma kepada desti sembari melangkah pergi keluar rumah , "wahhhh......cantik cantik bangat anak ibu ini " guma galip membatin dengan mulut teperangah, melihat kecantikan risma kakak desti yg begitu merona. "adik dan kakak ayu tenan. (cantik sekali,)" lanjut galip membatin. ."yaikut lah" pekik desti singkat dengan nada sedikit tinggi. ."emang mau pada kemana dess ?" ucap galip dengan muka kebinguan . ."kami mau nonton TV di rumah tetangga sebelah " jawap desti sambil mengunci pintu. "dess... jangan perginapa abanggimana dongng .....? ucap galip merayu desti biar tidak pergi. namun desti menolak tawarangalif. "maaf bang aku gak..bisa ,aku maunonton filim kesukaan kuuu...uuu. "emangya desti nonton sinetron apaa?" "tersayang bang. " ucap desti tersentum tipis "udah yabang kami pergi dulu" lanjut desti sembari melangkahkan kakinya pergi ke rumah buk lina tetangganya yg tidak jahu dari rumahnya. sesampenya mereka di rumah bu lina, terlihat desti rumah itu terbuka, dan bulinapun lagih asik menonton tv "halow bisa kami ikut nonton" ucap bu minah sedikot kencang mengagetkan bu lina yg lagi tiduran sambil menonton tv "boleh...boleh..., masuk aja" tegas bu lina mempersilahkan mereka bertiga masuk. saat desti bersama ibu dan kakaknya seru menonton tv dirumah bu lina. di tempat lain galip diduk di jembatan yg tak jauh dari rumah desti, menatap indahnya sinar rembulan di temani bintang berkelap kelip, "apa indahnya malam ini yg di hiasi bulan, apa akan seperti itu hatiku nanti mendengar jawaban dari desti" gerutuk galif membatin sambil yerus menatapi keindahan langit yg begutuh menawan jam terus bergulir sinetron yg mereka ikuti sudah berakhir dan ibu minah pun udah merasa ngantuk berat "ayo kita pulang ibu udah ngantuk" ucap sang ibu sembari berdiri "ayo bu soalnya besok aku sekolah" seru risma sembari berjalan mengikuti sang ibu "bu lina kami pulang dulu" kata ibu minah sembari tersenyum lebar "oh iayah bu minah, besok datang lagi biar ada kawanku menonton lagi" jawab buluna yg hanya sendirian dirumahnya. merekapun melangkahkan kaki menuju rumah ya.setelah sampai kerumah galif pùn datang menghampiri mereka,"eh udah pulang ya bu" seru galif .sambil seyum tipis gimana sinetronya taya galif dengan nada yg rendah. ibu pun menjawab "ya begitulah biar hati ter hibur " lalu ibu masuk ke dalam rumah . destipun melang kahkan kaki masuk ke rumah ."des sini dulu ngapa " seru galif "bang aku tidur dulu ya besok aku mau sekola "seru desti."oalah...des....des..dari tadi abang udah nunggu di rumah ewin sambil digigiti yamuk kok kamu gak perdulisih dengan abang?.... ia ... mau gimanalagi bang abis udah malam sih ujar desti dengan nada yg lembut jadi gimana des kamu mau gak jadi pacar abang pekik galif ."entahlah..." seru desti sambil melangkahkan kaki ke rumah galip pun di tinggalkan sendirian di depan rumah.dengan hati yg penuh kecewa galif pun pergi pulang meninggalkan rumah desti menuju tempat kerjaya . langkah demi langkah galif pun tiba di tempat kerja ya.lalu dia terbaring sambil memeluk bantal guling . setiba pagi hari dia pun terbangun dan melihat mata hari yg cerah galif pun lang sung pergi keluar dari kamar ya lalu ia mengambil pakan udang lalu membari kan udang makan.dengan gairah yg lesuh .galif bingung apa cinta ya di terima desti atau di tolak. "darrrr......rr eh kok bengong sendirian "seru manto (gimana lif malam kamis kamu diterima gak sama desti.?) "entah lah man seru galif dengan nada yg dingin""lo kok gak tau tooh....."seru manto terheran mendengar perkatan galif. "malam minggu aku ikut nya sama kamu lif biar aku kenal dengan tu cewek" ujar manto sembari tersenyum kecil "boleh kita berangkat bersama tar malam minggu" ucap galif sembari meneruskan pekerjaanya, "ok bro" jawab manto dengan singkat. pagihari yg begituh indah mengiringi desti dan kakak berjalan menuju kesekolah.canda dan tawa mengiringi setiap detil langkah kaki mereka berdua. sesampainya mereka disekolah dan langsung memasuki ruangan masing masing "selamat pagi anak ..anak " ucap bu sartika salah satu ibu guru yg mengajar dikelas desti "selamat pagi bu guru"ucap serentak desti dan kawan kawan, setelah busartika menyuruh duduk semua murid untuk duduk kembali pelajaranpun dilanjutkan. sampai akhirnya jam sekolah selesai, lonceng waktunyah pulang sekolah sudah berbunyi, seluruh siswa berbondong bondong keluar dari ruangan masing masing. "des ayo kita pulang" ucap sang kaka risma sembari mendekat dengan destu " ayo kak" jawab desti sembari bejalan. "eh...ini kan hari saptu, berarti entar malam, malam minggu" ucap desti sembari tersenyum lebar "emang kenapah kakak" jawab desti polos tak tau apa maksud sang kakak "ku dengar waktu itu cowok yg nemui kamu kan mau datang malam minggu ni" ucap desti salting membuat desti kebingungan "entah... lah kakak" jawab desti simpel sembari mengangkat bahu dan memutar bola matanya keatas dengan wajah malas "walah maudatak kekasihnya ko, gayanya malas gituh" ujar risma sebal melihat sang adik "kekasih.....kekasih dari mana dari hongkong" ucap desti sembari tertaqa lepas. sesampai di rumah desti dan risama menganti pakaian dan seperti biasa membantu sang ibu bekerja mencari rejeki mengambil kayubakar. untuk bisa melanjutkan hidup. walau kehidupan mereka begitu keras dan banyak rintangan yg menghalangi tak membuat mereka putus asa dengan itu semua disisi lain galip yg baru siap mengerjakan pekerjaanya kini dia mandi dan ganti baju dengan pakaiyan yg lumayan rapih "wih gimana bro jafi kita berangkat" tanya manto sambil cengengesan "ya... jadilah cepat mandi kamu biar aku tungguin, jangan lama lama entar kita kemalaman" ujar galif dengan sedikit senyum di bibir "ok aman itu bro" jawa wanto simpel dan langsung pergi menuju kekamarnya. tak memerlukan waktu yg banyak. wanto udah siap dengan gaya tujuh puluhanya itu. kemeja ketat diatas celana ketat diatas yg melebar ke bawah. "wih mantap udah macan artis boliwoood yg jatuh dari pesawat" ucap galif sambil ketawa ketiwa
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN