kerja di kota

1003 Kata
ke esokan pagi buminah baru pulang belanja dari pekan, namun hatinya gundah kecemasan yg begitu dalam tampak diwajahnya, saat bu minah tak melihat kedua putrinya tak ada dirumah. "kemana pergi kedua putriku, apa yg terjadi pada mereka, yatuhan lindungilah kedua putri ku, aku tahu perkataanku pasti menyakiti mereka namun apa boleh buat itu kenyataanya, mudah mereka dapat memahaminya" gerutuk bu minah sambil menunduk lemas berharap tak terjadi hal yg buruk pada kedua putri yg ia sayangi. "ah rupanya kamu disini dek dari semalan aku mencarimu sampai lubang semut aku liati batang idung mu aja ga nampak" kata pak peru sedikit kesal saat melihat buk mina. ibu minah yg lagi termenung meratapi nasib yg begitu sulit yg menimpa dirinya, sentak terkaget mendengar suara pak peru yg tiba tiba datang dari belakang. "emangnya aku ni orong orong apa dicari sampe lubang semut, emang ada apa abang nyari nyari aku segala" ucap bu minah sedikit ketus. "udah jangan marah mara, aku cuman mau nyampein berita dari kakak ifar mu tentang bagai mana caranya untuk risma pergi keluar negri" papar pak peru menjelaskan kata demikata berkas dansarat di ceritakan dengan detail dan tersusun rapi tak ada satu pun yg terlupakan, bu minah yg sembari tadi mendengarkan perkataan dari sang abang pak peru mencerna dan mengolah setiap perkataanya hingga akhirnya bu minah bisa tersenyum bahagia dia bisa mengirim anaknya kerja keluar negri tampa harus mengeluarkan biaya sepeserpun. "baiklah bang kalou begitu aku akan membujuk risma agar mau kerja keluar negri" ucap buminah dengan semangat ia merasa kalou masadepan putrinya tidak akan sesuram dirinya, "bicara dengan baik kepada putrimu kasih dia pemahaman jangan but dia ketakutan" ucap pak peru berusaha mengingatkan bu minah agar bisa menyakinkan risma, buminah hanya menganggukan kepala dengan wajah yg berseri seri. ************************ risma dan galif ditemanai manro dan desti. mereka sedang berada di sebuah rumah makan di pinggir kota mereka berencana bertemu dengan seorang wanita pemilik toko pakaian yg lagi mencari pekerja. " gimana kamu sudah bicara dan minta ijin ama mamamu" ucap galif kepada risma yg duduk "belum emang perlu, sekalugus kan ga sekarang berangkatnya" tegas risma sambil minum jus pokat yg di pesannya tadi "yaudah terserah kamu aja aku hanya ngasih jalan aja ko" jelas galif sedikit merasa tak enak mendengar perkataan dari risma sedangkan manto dan desti tak ada berkata apapun mereka hanya asik menyantap makanan yg ada di depan meraka. di tenga tenga keasikan mereka muncul seorang perempuan setengah baya menghampiri meja meraka. "gimana kabarmu galif, kamu bilang ada orang yg mau kerja" ucap seorang perempuan setengah baya itu kepada galif, "eh tante erin, duduk tan" ucap galip sembari tanganya menarik kursi yg masih melengket ke meja mempersilahkan tante erin salah seorang pemilik toko yg dulu pernah kadi bosnya saat bekerja ditoko milik perempuan itu "makasih yah galif, kamu bilang ada yg mau kerja, yg mana orangnya mumpung tante lagi buka toko baru jadi tante perlu pekerja" jelas tante erin dengan santai sambil melihat buku menu makanan di rumah makan itu. "ini tan orangnya yg ingin kerja kenalin namanya risma" ucap galif perasaanya sedikit tenang mendengar tante erin memerlukan orang untuk kerja. "oh namamu risma, berapa usiamu tampaknya masih belia banget" ucap tante erin dengan lembut sambil mengangkat satu tanganya memanggil pelayan rumah makan, "iya nama saya risma tan, umur sayah baru lima belas tahun, saya baru lulus smp" ucap risma lirih memberanikan diri untuk berbicara ama orang ygbaru di kenalnya. "iyah.... ibu, ada yg bisa sayah bantu" ucap salah seorang pelayan rumah makan memenuhi panggilan tante erin. "tolong bikinkan saya menu sepesial rumah makan ini, sekaligus untuk orang ini" ucap tante erin kepada pelanyan rumah makan. "baik bu tunggu sebentar kami akan segera menyajikanya" ucap salah satu pelayan rumah makan, sambil bergegas pergi menuju ke ruang koki. "tadi tante dengar kamu baru lulus smp" sentak tante erin membuat suasana menjadi sepi dan ter kaget, "emang kalou baru lulus smp ga boleh kerja di tempat tante ya" ucap desti, memecahkan kebisuanya yg sembari tadi hanya diam terbakar api cemburu melihat galif dan sang kakak yg semakin dekat. "bukan gitu lo sayang, cuman kan sayang hanya lulus smp" ujar tante erin dengan nada manja. memvuat semua menghelai napas panjang mencoba menghilangkan rasa gugup mereka. "lebih baik nerusin sekolah dari pada kerja, tante gak mau nerima kalou kamu lari dari rumah" lanjut tante erin berkata menjelaskan alasanya berbicara seperti tadi. "aku gak lari dari rumah tan, tapi aku ga mau kerja di negri orang" papar risma dengan nada sedikit bergetar menahan tangis matanya mulai berkaca kaca. "kerja di negri orang, apa maksudnya, coba kamu tenang dulu jelasin ama tante apa yg terjadi yg sebenarnya sama kamu say" ucap tante erin sedikit terheran dengan jawaban yg keluar dari mulut risma. melihat gelagak sang kakak yg hanya menunduk dan menagis tanpa ada jawaban, desti memberanikan diri untuk menjelaskan apa yg terjadi pada sang kakak. "kami dari keluarga sederhana bahkan jauh dari berkecukupan, makan aja payah apa lagi untuk melanjutkan sekolah kejengjang yg lebih tinggi, yg memerlukan biaya yg lumayan banyak, mana kamimapu, makanya ibu ku bermaksud untuk memperkerjakan kakak ku di luar negri, cuman kakak tak mau kerja keluar makanya kami minta tolong sama bang galif untuk carikan kerjaan agar kakak ku ga kerja di luar" papar desti dengan lantang dan jelas menceritakan apa yg sebenarnya terjadi di keluarga mereka. "oh.... begituh, jadi apa kerjaan ayah kalian" tante erin bertanya kepada desti. "ayah kami sudah lama meninggal jadi kami hanya di besarkan oleh seorang ibu yg kerjaanya mengambil kayu bakar untuk di jual" jawab desti dengn mata memelas, "maaf kan tante, tante ga bermaksud untuk menyakiti perasaan kalian" ucap tante erin dengan lembut perasaanya begitu iba mendengar pejelasan dari desti. "kalou emang begitu ceritanya, kamu bilang ama orang tuamu kalou kamu mau kerja di rumah tante, kalou udah di ijinin sama ibumu kamu suruh galif hubungi tante, dan tante akan menjemput mu" ucap tante erin sambil memegang tangan risma yg lagi menangis, risma yg mendengar perkataan dari tante erin hanya bisa menganguk ngangukan kepalanya, walau kini hatinya terasa lega dia bisa bekerja di kota
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN