15. Mawar Merah Terakhir

1337 Kata

Auditorium sekolah baunya campur aduk bikin sesak: hairspray murah, pelicin lantai, sama keringat remaja. Harusnya ini jadi malam terbaik dalam hidup kami. Spanduk "Prom Night" tergantung agak miring di panggung, berkilauan kena lampu disko. DJ memutar remix lagu yang hits tiga bulan lalu, dan bass-nya menggetarkan lantai kayu begitu keras sampai aku bisa merasakannya di tumitku. Semua orang berteriak. Semua orang berpelukan. Cewek-cewek menangis, merusak makeup yang sudah mereka persiapkan tiga jam. Cowok-cowok melonggarkan dasi, high-five satu sama lain seolah mereka baru saja selamat dari perang. Dan di sanalah Lucas. Dia adalah pusat gravitasi di tengah lantai dansa. Jasnya mahal—potongan Italia, warna biru dongker—pas sekali di badannya. Satu tangannya melingkar di pinggangku, mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN